Berbincang Tentang Klitih dan Kenakalan Remaja

Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kulonprogo baru-baru ini mengadakan Bincang Sante mengenai “Fenomena Klitih dan Kenakalan Remaja” yang dibersamai Immawan Achmad Aan Munkosim selaku Ketua PC IMM Kulonprogo pada Ahad (9/2). Bincang-bincang ini berlangsung di Lapak Baca Pustaka Surya Pena saat car free day Alun-Alun Wates.

Kegiatan ini merupakan bentuk keresahan masyarakat dan pelajar di Kulon Progo akan adanya beberapa kejadian pembacokan oleh oknum yang tak dikenal (klitih). Pelakunya sendiri banyak yang masih duduk di bangku sekolah. Kejadian di Kapanewon Nanggulan dan Jalan Bendungan ke timur sudah cukup meresahkan banyak orang. Beberapa pelajar juga merasa takut sebab jarak rumah mereka cukup jauh dari sekolah dan jam pulang sekolah yang menjelang petang dikarenakan ekstrakurikuler.

“Klitih sendiri sudah ada sejak dulu, pada tahun 2017-2018 fenomena klitih kembali muncul dan menyebabkan resah masyarakat. Klitih sendiri biasanya dijadikan tempat pelampiasan untuk memuaskan diri atau sebagai ajang balas dendam. Klitih muncul salah satunya dari kenakalan remaja. Wujud kaderisasi klitih juga berasal dari lingkungan sekolah yang kurang baik. Klitih bukan berarti murni kenakalan remaja, tapi ada campur tangan pihak lain yang memanfaatkan pelajar sebagai tangan kanan karena kondisi emosional yang masih labil sehingga mudah diarahkan,” ungkap Immawan Aan.

Klitih memang sangat identik dengan kenakalan remaja, kurangnya perhatian orang tua dan lingkungan pergaulan yang tidak kondusif menjadi faktor kenakalan pada remaja. Bisa jadi klitih yang saat ini sedang marak di beberapa tempat adalah bentuk pelampiasan lain yang dilakukan pelajar karena sudah jarangnya tawuran antarpelajar. Lalu, Immawan Aan juga berpesan, “Sebagai seorang pelajar kita harus kuat. Ketika banyak orang berbuat kemungkaran secara terstruktur, harus kita tandingi dengan amar ma’ruf secara terstruktur.”

Di diskusi ini juga terlihat antusias peserta dalam menyampaikan pertanyaan dan pendapat kepada pemantik.

(andini/fah)

Comments

Tinggalkan Balasan

×
%d blogger menyukai ini: