Buku Saku IPM Kulon Progo, Rilis Kali Kedua

Dilaksanakan pada Kamis (25/05/2023), PD IPM Kulon Progo menyelenggarakan “Launching dan Sosialisasi Buku Saku IPM Kulon Progo”. Agenda kolaborasi antara PD IPM Kulon Progo, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kulon Progo, dan Badan Kepala Sekolah (BKS) Muhammadiyah Kulon Progo tersebut diadakan di GOR Cangkring, Kulon Progo.

Asysyifa Hasbi Lastaputra selaku Ketua Umum PD IPM Kulon Progo mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Buku Saku yang telah merevisi agar bisa diterima pelajar di setiap jenjangnya dengan inklusif. Hasbi juga menyampaikan permohonan maaf karena ada kendala teknis di luar kendali selama pelaksanaan acara yang telah diatasi oleh panitia. Hal tersebut menunjukkan bahwa PD IPM Kulon Progo mampu menjalankan tagline-nya, yaitu #PelajarAdaptif.

“Semoga dengan adanya revisi buku saku dapat menjadi pedoman dan pegangan setiap siswa agar lebih tahu dan mengenal apa itu IPM dan Muhammadiyah, baik secara ideologi maupun konsep pergerakannya,” terang Hasbi.

Pada agenda yang dilaksanakan bersamaan dengan Muhammadiyah Expo 2023 tersebut dihadiri pula Drs. H. Mawardi selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kulon Progo, Racha Julian Chairrurizal selaku Ketua Umum PW IPM DIY, dan Nanang Wahyudi, M.Pd. selaku Ketua FGM Kulon Progo. Mawardi dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas diterbitkannya Buku Saku IPM Kulon Progo.

Racha juga mengungkapkan apresiasi kepada PD IPM Kulon Progo yang telah menerbitkan Buku Saku IPM sebagai bentuk inisiatif terhadap penerapan SPI baru yang ramah pelajar. “PD IPM Kulon Progo menjadi satu-satunya PD IPM di DIY yang dinilai siap menerapkan SPI baru, yaitu memuat perkaderan di jenjang Sekolah Dasar (SD). Terlebih Buku Saku IPM ini disusun sesuai dengan usia pelajar pada jenjangnya sehingga menjadi sumber bacaan yang menarik dan berbobot. Desain yang menarik dan penuh dengan suguhan visual merupakan wujud pemenuhan keinginan pelajar Muhammadiyah Kulon Progo. PD IPM Kulon Progo selalu punya cara untuk menuntaskan amanahnya,” tutur Raju.

Agenda yang dihadiri kurang lebih 50 guru dari setiap perwakilan sekolah tersebut semakin serius saat motivasi disampaikan oleh Nanang. Ia menyampaikan bahwa PD IPM Kulon Progo selalu punya cara untuk melakukan pergerakan. “Diterbitkannya Buku Saku IPM Kulon Progo membuktikan bahwa kader IPM Kulon Progo adalah kader yang kreatif. Buku ini menjadi salah satu langkah kaderisasi Muhammadiyah di Kulon Progo dan program pendidikan yang menyenangkan. Sekolah harus mendukung kegiatan IPM guna memperkuat ke-Muhammadiyah-annya,” ungkap Nanang.

Sesi terakhir ialah pemaparan Buku Saku IPM Kulon Progo oleh Ketua Bidang Perkaderan PD IPM Kulon Progo, Mir Atul ‘Izzah An Nashr. Izzah menyampaikan bahwa terdapat beberapa perubahan pada Buku Saku IPM, terlebih untuk jenjang SD. “Siswa SD lebih tertarik dengan suguhan visual. Oleh karena itu, kami menambahkan komik yang memuat nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Tentu nilai tersebut tidak terlepas dari janji pelajar Muhammadiyah yang harus diterapkan pelajar Muhammadiyah di Kulon Progo,” pungkas Izzah.

Tinggalkan Balasan

×
%d blogger menyukai ini: