Dinamika Perkaderan di Sekolah Muhammadiyah Kulon Progo

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia telah melahirkan banyak kader-kader yang bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa. Dalam menebarkan kebermanfaatannya, Muhammadiyah membutuhkan gerak dari akar rumput di seluruh daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kulon Progo, salah satu kabupaten yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten yang sekarang ini identik dengan batik geblek rentengnya, serta wisata alam yang indah dan banyak.

Muhammadiyah di Kulon Progo bisa dibilang saat ini berada dalam masa berkembang untuk menuju ke arah yang berkemajuan. Amal Usaha Muhammadiyah di Kulon Progo pun terbilang cukup banyak, meskipun tak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar di antaranya masih dalam tahap berkembang. Terdapat lebih dari 70 sekolah Muhammadiyah di Kulon Progo dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/K).

Banyaknya sekolah Muhammadiyah di Kulon Progo itulah yang dapat digunakan sebagai “lumbung” kader bagi Muhammadiyah Kulon Progo. Terdapat ribuan pelajar Muhammadiyah yang bisa dijadikan penggerak syiar dakwah Muhammadiyah Kulon Progo.

Sayangnya, banyak kader bahkan pimpinan Muhammadiyah maupun organisasi otonom di dalamnya yang masih saja belum memaksimalkan perkaderan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Belum banyak penguatan ideologi Muhammadiyah dari pihak-pihak terkait, seperti pimpinan Muhammadiyah Kulon Progo maupun pihak sekolah, untuk para pelajar Muhammadiyah. Mata pelajaran ke-Muhammadiyahan sekarang ini dirasa hanya sebagai “pelengkap” mata pelajaran wajib di sekolah Muhammadiyah. Bahkan tidak sedikit guru sekolah Muhammadiyah hanya mengenal Muhammadiyah sebagai suatu organisasi saja, tidak tahu tentang apa itu Muhammadiyah secara “kaffah” atau menyeluruh. Itulah yang menurut saya menjadi salah satu faktor besar kurangnya semangat pelajar Muhammadiyah di Kulon Progo untuk menghidup-hidupi Muhammadiyah.

Tentunya ini hanyalah satu dari berbagai dinamika perkaderan di sekolah Muhammadiyah Kulon Progo. Tidak semua sisswa sekolah Muhammadiyah tidak semangat untuk menghidupi Muhammadiyah. Banyak sekali pelajar MuhammadiyahKu (begitu sebutan pelajar Muhammadiyah Kulon Progo) yang terus berkarya, baik untuk sekolahnya maupun untuk Muhammadiyah Kulon Progo. Sebagai contoh, di ajang OLYMPICAD (Olympic Ahmad Dahlan) yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kontingen dari Kulon Progo berhasil menyabet beberapa medali. Tentunya hal itu menjadi suatu kebanggaan untuk sekolah Muhammadiyah bahkan Muhammadiyah Kulon Progo itu sendiri.

Setiap dinamika dalam organisasi merupakan suatu proses untuk terus berkembang sehingga dapat menjadi berkemajuan. Dibutuhkan sinergi dari semua pihak di Muhammadiyah Kulon Progo agar potensi-potensi pelajar dapat terus dikembangkan dan kemudian dapat memajukan Muhammadiyah Kulon Progo bahkan Muhammadiyah secara keseluruhan.

Penulis:
Yusril Ahmad Alfikri, Ketua Umum PD IPM Kulon Progo

Tinggalkan Balasan

×
%d blogger menyukai ini: