Generasi Berkemajuan

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (QS. Al Kahfi ayat 13)

Dalam ayat tersebut dikisahkan tentang para pemuda Ashabul Kahfi, yang menjadi simbol pemuda beriman yang teguh pendirian dalam menegakan agama. Kita sebagai generasi muda muslim Indonesia, sudah seharusnya meneladani kisah Ashabul Kahfi menjadi pembangun masa depan bangsa dengan pendirian kokoh berdasarkan iman dan selalu update kemajuan zaman.
Masa muda adalah masa yang penuh dengan harapan, cita-cita,penuh dengan romantika cinta, keindahan yang dihiasi dengan bentuk fisik yang kuat, berjalan masih cepat, pendengaran masih akurat, pikiran masih cermat, kulit wajah indah mengkilat serta tanpa tahi lalat. Sangat pantas bila kita sebagai generasi muda yang turut membangun masa depan bangsa. Disisi ain teknologi saat ini, dapat menjadikan kita semakin cerdas tanpa batas.Berbicara semakin lugas dan tegas. Oleh karena itu, generasi muda saat ini wajib menjadi tulang punggung bangsa,sebagai penerus estafet pembangunan masa depan bangsa.
Prof.Dr. BJ Habibie adalah salahsatu putra terbaik yang dimiliki negeri ini, kecerdasannya tidak hanya diakui di Indonesia akan tetapi sampai mancanegara. Beliau mengatakan lima kelemahan yang harus kita hindari yakni lemah harta,fisik,ilmu,semangat hidup dan yang sangat ditakutkan yaitu lemah Akhlak. Jika lima kelemahan ini melekat pada generasi muda kita, maka yakinlah mereka bukan pelopor ppembangunan melainkan virus pembangunan,penghambat pembangunan bahkan penghancur pembangunan masa depan bangsa.
Ilustrasi (panjimas.com)
Teknologi boleh berkembang pesat tetapi iman dan akhlak tidak boleh lemah. Sejarah telah mengajarkan pada kita selaku generasi muda agar memiliki semangat juang yang tinggi bagi pembangunan masa depan bangsa. Khususnya saat ini, kita adalah generasi muda yang berkemajuan.

“Pemuda Hari ini adalah pemimpin di hari esok”

Mari kita ingat ,apabila kita bergaul dengan tukang las, maka akan kebagian bau asapnya, Jika kita bergaul dengan tukang minyak wangi,maka akan kebagian wanginya. Dari perumpamaan berikut dapat kita ambil hikmah bahwa untuk memperbaiki keadaan generasi muda bergantung dari kemauan dan usaha kita sendiri. Sesuai dengan pepatah “Dimana ada kemauan maka disitu ada jalan”.
Generasi muda yang hebat adalah generasi muda yang mampu membuat bangsanya menjadi bangsa yang kuat, Generasi muda berkemajuan adalah kita Pelajar Muhammadiyah.

Disampaikan oleh Alifah (Mts Darul Ulum Muhammadiyah Galur) saat lomba Da’i Pelajar Kulonprogo dalam rangka semarak FORTASI 2017.

Tinggalkan Balasan

×
%d blogger menyukai ini: