Meraih Taqwa

Taqwa apabila sudah menjadi identitas kita dan menjadi predikat maka akan melekat pada diri kita sehingga dapat memiliki dasar pola pikir, ucapan, dan pengambilan tindakan secara baik. Oleh karena itu predikat taqwa sangat penting bagi kita sebagai cerminan mengenai bagaimana cara bersikap dalam segala lini kehidupan. Allah telah memberikan petunjuk melalui surat Al-Baqarah ayat 183 untuk bertaqwa sebagaimana meningkatkan keimanan kita dan keislaman kita agar Islam tersebut tidak hanya tertulis dalam kartu identitas saja, namun benar-benar menjadi amalan sehari-hari di tiap detik waktu silih berganti. Selain itu orang bertaqwa telah dijanjikan menjadi orang yang beruntung.
Ilustrasi Bertaqwa – www.rri.co.id

La’allakum tattaqun…

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, pahala, berkah, dan maghfirah. Bulan Ramadhan memberi petunjuk kepada kita agar bisa mengarahkan kehidupan ini secara benar dan sesuai harapan Allah. Seperti kita ketahui dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah memerintahkan kita untuk berpuasa. Maka apabila bulan Ramadhan dijalani dengan baik dan bersungguh-sungguh baik dalam hal berpuasa maupun menjalankan ibadah lainnya untuk mengabdi kepada Allah maka insya Allah kita akan menjadi orang yang termasuk golongan muttaqin.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah itu adalah orang yang bertaqwa,”

Taqwa apabila sudah menjadi identitas kita dan menjadi predikat maka akan melekat pada diri kita sehingga dapat memiliki dasar pola pikir, ucapan, dan pengambilan tindakan secara baik. Oleh karena itu predikat taqwa sangat penting bagi kita sebagai cerminan mengenai bagaimana cara bersikap dalam segala lini kehidupan. Allah telah memberikan petunjuk melalui surat Al-Baqarah ayat 183 untuk bertaqwa sebagaimana meningkatkan keimanan kita dan keislaman kita agar Islam tersebut tidak hanya tertulis dalam kartu identitas saja, namun benar-benar menjadi amalan sehari-hari di tiap detik waktu silih berganti. Selain itu orang bertaqwa telah dijanjikan menjadi orang yang beruntung.

“… dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
(Q.S. Al-Baqarah ayat 189)

Bahkan Allah juga telah menjanjikan surga bagi orang yang bertaqwa. Nah, dalam bulan Ramadhan kali ini manfaatkanlah waktu untuk berbuat amal shalih sebanyak-banyaknya dan beribadah pada Allah dengan konsisten karena tidak ada jaminan kita masih dapat bertemu bulan Ramadhan berikutnya.

Ketahuilah bahwa sifat taqwa sama halnya dengan keimanan yaitu naik-turun. Terkadang awal bulan Ramadhan semangat luar biasa, shalat subuh biasanya tidak ke masjid menjadi pergi ke masjid dan membuat masjid penuh dengan jamaah. Seperti ada dorongan yang luar biasa untuk membangunkan kesadaran sebagai orang muttaqin. Namun, terkadang taqwa sebagi sifat iman pun dapat melemah. Maka dari itu, sifat identitas dan predikat taqwa perlu dipelihara agar konsisten. Bulan Ramadhan merupakan salah satu pemantik untuk meningkatkan ketaqwaan kita bersama karena semua orang berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan dan hadirnya banyak majelis ilmu di dalam bulan Ramadhan.

Nah, agar taqwa itu bisa terus-menerus (continue) maka kita harus memiliki sebuah target. Apa yang harus dilakukan? Dalam surat Al-Dzariyat ayat 56 telah disebutkan, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (ibadah) kepada-Ku”. Melalui ayat tersebut kita dituntut untuk beribadah, mengabdi kepada Allah. Ketahuilah bahwa ibadah adalah kebutuhan kita seperti halnya kebutuhan kita terhadap makanan dan minuman, yang tidak dapat dipisahkan dari raga orang muttaqin, yang tidak perlu tuntutan macam-macam agar dilaksanakan. Marilah senantiasa memberi warna pada kehidupan ini dengan berbuat baik dan memberikan kebermanfaatan bagi orang lain —dan juga diri sendiri. Mari kita manfaatkan momentum bulan Ramadhan sebagai ladang kebaikan dengan beribadah sungguh-sungguh agar menjadi orang muttaqin yaitu orang yang bertaqwa dengan ketaqwaan yang terus-menerus bertambah (continue).

(MAR)
Bidang Kajian Dakwah Islam PD IPM Kulonprogo

Tinggalkan Balasan

×
%d blogger menyukai ini: