Tetep Eling Aja Oleng

Ilustrasi – abiummi.com
Sudah sebulan kita menikmati indahnya beribadah di bulan ramadhan. Kini usai sudah bulan yang penuh barokah dan maghfirah tersebut. Sungguh rugi pula orang yang sudah melewaati bulan ramadhan tetapi tidak diampuni dosa dosanya. Sungguh sedihnya hati ini ditinggalkannya tamu istimewa yang tidak tau apakah besok masih bisa bertemu dengannya. Kini kita sudah mulai mamasuki bulan yang baru. Bulan yang Insyaallah kita seperti bayi yang baru dilahirkan. Karena dosa dosa yang telah dimasukkan ke dalam burner raksasa dan dibakar di bulan ramadhan sehingga hilang dan menjadi suci seperti kertas yang belum tercoreng oleh tinta. Bulan sebagai koreksi diri kita apakah ibadah kita meningkat atau tidak yaitu bulan syawal.

Bulan Syawal yang sebenarnya arti kata syawal itu sendiri adalah peningkatan. Peningkatan dalam hal beribadah dibandingkan dengan bulan bulan sebelumnya. Di bulan syawal ini hendaknya semangat kita terus membara dalam beribadah seperti halnya dalam bulan ramadhan, terlebih semakin semangat dibandingkan bulan ramadhan kemarin. Seharusnya setelah ramadhan berlalu, semua orang yang beriman berhasil meraih derajat taqwa menjadi muttaqin. Sehingga mulai bulan syawal kualitas manusia meningkat. Kualitas manusia sebagai hamba Allah maupun kualitas manusia sebagai Khalifatullah fil ardl. Adapun amalan amalan yang dapat dilakukan di bulan syawal ini dan bulan bulan selanjutnya antara lain sebagai berikut.

1. Amalan yang kontinyu (ajeg)

Kebiasaan melakukan amalan amalan sunnah hendaklah tetap dijaga. Karena amal yang dicintai oleh Allah adalah yang kontinyu (ajeg) walaupun sedikit. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu (ajeg) walaupun sedikit”

(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Shalat Malam

Shalat tarawih pada bulan ramadhan menjadi amalan yang diharapkan dapat kebiasaan shalat malam di bulan bulan lainnya. Hal ini penting karena shalat malam adalah sebaik baik shalat setelah shalat wajib.

3. Puasa 6 hari di bulan syawal

Keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal

  • Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa satahun penuh. Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia perpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim) 
  • Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah 
  • Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib. 
  • Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan 
  • Melaksanakan puasa syawal menadakan ibadahnya kontinyu dan bukan musiman saja. 

Sudahkah melakukan amalan-amalan tersebut?

(AAA)
Bidang Kajian Dakwah Islam

Tinggalkan Balasan

×
%d blogger menyukai ini: